Site Loader

Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman M Nur optimis Indonesia mendapatkan kuota jemaah umrah besar pada pelaksanaan umrah untuk jemaah luar negeri pada November mendatang. "Saudi Arabia menyatakan di awal bahwa jumlah yang akan dibuka untuk melaksanakan umrah fase dua, yakni ibadah 15ribu orang dan orang masuk ke dalam masjid hanya sekitar 40ribu orang. Tapi pada kenyataannya di lapangan jumlah tersebut berkali kali lipat lebih banyak," ujar dia. Pihaknya berharap, pemerintah Arab Saudi dapat segera mengumumkan terkait kuota jemaah di luar negaranya.

"Jadi ini adalah kabar gembira ya. Kita harus apresiasi dan sambut dengan baik bahwa sudah saatnya kita akan bersama sama terbuka kesempatan untuk melaksanakan ibadah ke tanah suci kembali," kata Firman. Amphuri berkeyakinan, Indonesia diberi kesempatan untuk umrah karena penerbangan ke Saudi tidak ditutup, baik penerbangan reguler dengan visa bisnis dan sebagainya. Bahkan, menurut Firman, ada 3 kali penerbangan ke Arab Saudi dari Indonesia dalam seminggu.

"Kita menunggu pada tanggal 1 November akan datang, insya Allah kita bisa, untuk ke tanah suci selanjutnya," ucap Firman. Diketahui Arab Saudi memulai memberikan izin penyelenggaraan umrah secara bertahap di musim pandemi Covid 19. Pertama, mengizinkan warga negara Saudi dan ekspatriat yang tinggal di sana (mukimin) untuk menunaikan ibadah umrah mulai 4 Oktober 2020 M.

Kedua, mengizinkan ibadah umrah dan salat di Masjidil Haram bagi warga negara Saudi dan mukimin mulai 18 Oktober 2020 M. Ketiga, mengizinkan ibadah umrah dan salat bagi warga Saudi, mukimin dan warga dari luar kerajaan. Rencananya akan dimulai pada 1 November 2020 M. Pada tahap ini, Masjidil Haram diharapkan dapat menampung 100% sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan, yaitu: 20 ribu jamaah umrah per hari dan 60 ribu jemaah salat per hari.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *